| |
Dr. Edwin Djuanda, spKK
lahir tahun 1954, lulusan
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Spesialis kulit sejak
1989.Dokter generasi kedua dari keluarga yang banyak ber profesi
sebagai dokter. Ayahnya (almarhum)
Prof. Dr.Suria Djuanda, phD, cukup dikenal karya ilmiah dan
dedikasinya dalam bidang penyakit kulit dan kelamin.
Bedah kosmetik dipelajari
melalui kursus-kursus al.di Hospital Sagrado-Corazon, Barcelona,
dan Graduate Hospital Philadelphia.
. Bersama Dr Aryani
Sudharmono, Dr Ronny Handoko, Dr.Harsono Martowijono, Dr Nadia
Idris mendirikan Jakarta
Skin Center ditahun 1992.Juga bergabung dengan Erha21
SkinCenter di Kelapa Gading. Saat ini menjabat sebagai ketua
Kelompok Studi Bedah Kulit
PERDOSKI .
Dokter Indonesia pertama
yang belajar liposuction teknik tumescent (1990). Banyak
melakukan liposuction teknik tumescent (lebih dari 2000
kasus,sejak 1990, tanpa komplikasi berarti). Saat ini banyak
melakukan tindakan kosmetik seperti Botox, Filler,Peremajaan Kulit,
Pengencangan Kulit tanpa operasi (Thermacool/
thermage). Salah seorang dokter Indonesia pertama (2005) yang mendapatkan
sertifikat penggunaan thermage (facelift without surgery).
Aktivitasnya sejak 1998 adalah mendalami
ANTI-AGING MEDICINE
dengan keyakinannya bersama puluhan ribu dokter lain di seluruh
dunia bahwa menjadi tua dapat diperlambat, bahkan dalam beberapa
aspek dapat muda kembali baik dari luar maupun dalam
tubuh.Salah seorang pendiri
PASTI (Perkumpulan Awet SehaT Indonesia= Indonesian AntiAging
Society).
Menulis buku ilmiah populer
: Rahasia kulit anda (BP FKUI,1990), Liposuction:membentuk tubuh
dengan sedotlemak (BP FKUI,1996), Anti-Aging Medicine, Rahasia
AwetMuda (BP FKUI, 2004). Ketiganya di cetak ulang
Motonya adalah: patient
safety dan meng update ilmu kedokterannya demi
kepentingan masyarakat.
|
|